Sulitnya mengedukasi “Orang Tua”

Ternyata sudah cukup lama saya kelupaan isi lagi blog. Baiklah ini sedikit saja membahas sesuai judul

 

Seiring berjalannya waktu, ada beberapa konteks yang berubah. Terlebih, sekarang era serba digital dimana teknologi pun makin berkembang sangat cepat. Dengan begitu, banyak sekali hal yang berubah di kehidupan era sekarang.

 

Buat beberapa “Orang Tua”, ada kalanya merasa tidak bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Biarkan saja anak- anak muda yang melanjutkan hidup di era sekarang. Dan, ada kalanya juga apapun yang di kehidupan era sekarang tentu tidak related dengan era “Orang Tua”.

Tapi tetap saja, ada masanya juga “Orang Tua” harus bertanya tentang apa-apa yang terjadi pada masa sekarang. Karena, se simpel untuk mengurus pembuatan KTP juga kan Sistem nya tentu sudah beda dibanding sistem saat masa lalu. Begitu.

 

Anak-anak muda berperan penting untuk perlahan mengedukasi. Contoh saja, kehidupan sekarang tak lepas dari Handphone yang serba canggih. Untuk berkomunikasi jarak jauh, mau tidak mau para “Orang Tua” itu menanyakan pada anak-anak muda tentang cara pengoperasiannya. Mau bagaimana lagi kan, mengikuti zaman supaya bisa tetap berkomunikasi dari jarak jauh dengan siapapun.

 

--

 

Tapi, ada beberapa sistem yang kadang kala “Orang Tua” sudah tau berbeda, tidak “related” dengan masanya. Namun dipaksakan dengan prinsip sendiri “apa kata zaman dahulu”.

“Ah sekarang harus ngetik ini itu, padahal rame dulu harus antre di wartel/telepon umum”

Kayanya ini contoh agak jauh gap usia nya. Ya itu ada aja, padahal kan sekarang lebih simple gaperlu ngantri misal wkwk.

 

Lanjut masih dibahasan “apa kata zaman dahulu”, apalagi nih yang sering banget didengar kalau udah urusan sama “mitos”

“Jangan duduk depan pintu”

“Jangan nyapu malam-malam”

“Jangan bersiul malam hari, nanti setan dateng”

“Jangan beraktivitas saat senja”

 

Sebenernya hal-hal tersebut ada kok yang bisa dijelaskan secara logika.

Duduk depan pintu = ya menghalangi orang lewat

Nyapu malam-malam = dulu kan kondisi listrik masih kurang merata. Bukannya bersih, bisa aja makin kotor karena gak keliatan

Bersiul malam hari = berisik lah orang malam hari waktunya istirahat.

 

Terus kalo yang “Jangan beraktivitas saat senja” sebenarnya ada penjelasan dikit yang katanya sih secara metafisika berkaitan dengan perpindahan masa bumi, dimana biasanya waktu tersebut tepat sekali “makhluk halus” curi jalan buat berkeliaran dan menganggu manusia. Saya belum nemu juga sih kalo penjelasan secara logika. Ini balik ke kepercayaan masing-masing sih. Indonesia memang kaya akan “mitos”

 

--

 

Yang sebenarnya agak mengesalkan kalo sudah prinsip yang mengancam kehidupan orang lain misal. Kalo orang-orang kesehatan khususnya kebidanan misal, saya sering kali mendengar kasus dimana para “orang tua” yang memaksakan anak bayi baru lahir ada gitu sekitar 3 bulan dipaksakan makan nasi . Katanya biar mulai terbiasa. Serius ini tuh para “kakek/nenek” si bayi yang memberi tahu hal itu. Kayanya saya kalo jadi bidannya bakal ngajak ribut ya, edukasi mendasar sih = bayi sudah 6 bulan baru bisa dikasih makan. Itupun bertahap, harus mulai dari yang halus-halus. Gak langsung butiran nasi juga bos 😊

 

Masih di bidang yang sama, saya pernah dengar kasus dimana anaknya demam ternyata diusahakan didekatkan dengan kipas angin. Hmmm mantap dongs. Kalau bisa ke dokter, terkendala biaya? Sepertinya orang sekitar seperti tetangga ada yang tau sih gimana pertolongan pertamanya. Syukur-syukur sembuh sendiri misal.

 

--

 

Sebenarnya hal-hal tersebut bisa aja di diskusikan baik-baik. Cuma, “orang tua” ada kalanya merasa lebih tau ya. Dan tersinggung, dan marah kalau diberi tahu yang lebih muda. Merasa bahwa sudah hidup lebih lama, alih-alih benar sikapnya tapi justru ada aja yang mencelakakan orang lain.

 

Masalahnya sih di peran edukasi. Harus orang-orang yang ahli dan sabar sekali buat mengedukasi. Ada kalanya “adat dan mitos” gak selalu benar. Belum pemaparannya juga beneran harus pake istilah umum kan. Semoga para ahli bisa ya buat bantu menyebarkan edukasi yang salah kaprah.

 

Semoga lagi, kedepannya para “Orang Tua” bisa lebih mawas diri kalau dikasih tau sama yang lebih muda dengerin dulu aja minimal. Nanti juga dikasih tau penjelasan kenapa-napanya. Hehe

 

Sekian

 

----

 

Nulis naon sih urang wkwkwk

 


Komentar

The Most Beautiful Moment in Life
Forever , We Are Young. Even when i fall and hurt my self, I keep running towards my DREAMS - BTS, Young Forever