Coexistence
"Coexistence", which means we need to
coexist even being different. Coexist with different nationalities,
personalities, tastes and beliefs.
Tuh banyak tulisan Coexistence di VCR BTS Stage di Mnet Music Award 2017
kemaren.
Coexistence , singkatnya
artinya itu = Hidup berdampingan.
Hidup berdampingan memang sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana yang
damai. Dengan segala macam perbedaan di muka bumi ini, kita harus saling
toleransi sama namanya perbedaan. Bukan berarti karena perbedaan, terjadilah
perpecahan karena “beda”.
Yang paling mendasar dan cukup sensitif, gue pikir adalah soal Agama. Di
Indonesia sendiri ada 6 Agama yang diakui. Umumnya yaitu Islam, Kristen
Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Konghuchu. Kalo soal ada aliran ini
dan itu? Gue juga gatau ya.
Islam di Indonesia juga cukup unik menurut gue. Contohnya adalah, beberapa
kali sering kejadian wilayah ini dan itu, ajaran ini dan itu beda waktu
Ramadhan, dan waktu Idul Fitri nya. Unik kan? Gue juga ga ngerti. Yang gue tau
seharusnya islam itu satu. Udah.
Tapi karena dalam Islam di Indonesia yang cukup unik ini, lantas gak jadi
permasalahan kalo kelompok sana dan sini yang contoh tadi beda waktu Ramadhan
dan waktu Idul Fitri nya. Walau sebenernya ada juga yang mengharapkan “Harusnya
Indonesia ya Ramadhan bareng, ya Idul Fitri bareng”. Setau gue juga yaudah sih
namanya kepercayaan beda – beda kan ya hormati aja. Berhubung gue juga masuknya
ngikutin yang pemerintah aja contoh persoalan Ramadhan kapan dan Idul Fitri
kapan. Karena, yang penting gak saling ganggu aja, gak condong untuk melakukan
kejahatan ke sesama umat manusia yang lain. Udah.
Indonesia kembali berduka dengan kasus yang belum lama tentang Terorisme.
Di Surabaya, Sidoarjo, Riau juga belum lama kejadiannya. Sungguh bikin kesel
lagi ternyata yang menjadi tersangkanya yaitu membawa atribut “Dia Islam”.
Ironi nya, di Surabaya sendiri terjadi 1 keluarga semuanya Bunuh Diri, dengan
anak tersangka yang masih kecil belum tau apapun ikut terbawa jalan yang konyol
itu. Ya Bom Bunuh Diri mengatas namakan “Jihad di Jalan Allah untuk jalan
tercepat segera masuk Surga”
Karena kasus ini, Islamphobia kembali bermunculan. Muslimah yang istiqomah
pake cadar gak tau apa apa juga kena tuduhan masyarakat, Belum lagi Muslimin yang
pake peci, sarung dan cenderung berjenggot juga kena tuduhan masyarakat. Kata
masyarakat “Hey kalian jaringan terorisme ya”. Sungguh ironi emang, tapi
alhamdulillah gue baca juga ada yang bicara baik – baik akhirnya orang yang
tertuduh itu beneran emang orang baik – baik. Gue mikirnya, masyarakat tuh
masih trauma sama yang beratribut penampilan “islami” itu termasuk jaringan
terorisme. Padahal GAK JUGA please. Soal Terorisme itu, bukan Islamnya yang
salah, tapi ORANGNYA YANG SALAH AMBIL PERSEPSINYA.
Gue hidup dilingkungan Islam yang santai – santai aja alhamdulillah. Pengertian
“dengerin orang ngaji Al-Quran” juga udah dapet pahala. Jaga Mata, Ucapan, dan
Hati. Berbuat baik yang penting. Dan gue rasa juga gaada salah satu keluarga gue
juga yang contoh muslimah bercadar, dan muslimin yang pakaiannya serba hitam
putih itu apalah. Semua biasa - biasa aja. Dan lingkungan keluarga gue juga gapernah
permasalahin orang lain mau muslimah bercadar kek, atau gimana kek semuanya
terserah.
Bahkan kalo gue diskusi sama ibu gue juga, kebanyakan disarankan untuk
belajar Agama ini perlahan. Karena kalo sekaligus semua harus ngerti, takutnya
salah persepsi dan malah menyimpang. Ibu gue juga sering cerita kalo Kakek
Buyut gue salah satunya, sering banget ngasih pelatihan ke Ibu gue dengan
banyak hint kalimat yang bikin “ambigu” dan gue pun sama sekali gak ngerti. Namanya
Kepercayaan, semuanya yang dipelajari adalah kunci pedoman sebuah perjalanan
kehidupan kita. Ngeri deh kalo salah persepsi mah ☹
Gue juga pernah diskusi dan baca-baca, bahwa paham radikalisme yang kenapa terorisme
itu terjadi. Mereka yakinnya yaitu: 1. Non Muslim itu musuh 2. Aparat itu musuh.
Namanya musuh harus diperangi. ASTAGFIRULLAH :”( . Gue pikir juga kayanya bener
kalo paham mereka si penyimpang itu kaya gitu. Kemaren yang diserang di
Surabaya itu Gereja, dan Mapolres dong. So, benerkan. Disini gue tekankan.
ISLAM itu gasalah, TAPI ORANG NYA YANG SALAH AMBIL PERSEPSI. Agama manapun mana
ada yang ngajarin keburukan, bunuh orang, bunuh diri sekaligus ngajak ngajak
orang atas nama Jihad di Jalan Allah. Semua Agama pasti mengajarkan kebaikan.
Bener ini , TOLERANSI itu perlu. HARGAI ADANYA PERBEDAAN KEPERCAYAAN ITU
PERLU. Biarkan Islam, dan Agama lainnya beribadah sesuai dengan kepercayaannya
masing – masing. Biarkan semua keragaman ini terjadi. Indonesia “Bhinekka
Tunggal Ika”, jangan ada perpecahan karena BEDA. TOLERANSI BUKAN BERARTI
MENGIKUTI AJARAN AGAMA LAIN.
Bahkan gue, masa debut gue jadi “Penulis Kode” juga. Yang banyak bantu gue
itu , yang pertama kali ngulurin tangannya dan bersedia menjadi tameng gue yang
masih newbie itu Non Islam! . Yang banyak – banyak ngasih ilmu dengan sabar ,
sering kali sample cerita itu kisahnya sendiri. “Ahjussi” gue sebutnya. Terus belum lagi salah satu Seonbae gue yang dari pertama debut gue
sering tanya-tanyain juga sama Non Islam juga. Belum lagi gue juga sesekali
suka diingetin sholat dulu waktu adzan berkumandang pas gue lagi ribet ribetnya
soal kerjaan gue ini. See? Yang penting
jadilah Orang baik, maka gabakal peduli Agamanya apa, semua orang akan respek sama
kehadiran lo. Jadinya hidup damai. Apa dari pengalaman debut gue notabenenya
dibantu Non Islam gue perlu ikutin bahwa Non Islam itu musuh? MANA ADA!. Gue juga sama sekali
gapernah diajarin untuk musuhin siapapun.
Belum lagi gue Kpopers, gue termasuk ngidolain sama BTS, gue itu masuk
fandom ARMY. BTS yang mereka semua Non
Islam juga. Dibilang “ngapain sih ngidolain mereka? Bukan Islam juga” . Hello,
kami ARMY menjadi fans BTS itu BUKAN KARENA AGAMANYA YA 😊 .
BTS yang bagi ARMY itu keren, segala lagu produksi mereka yang selalu bisa
dipandang segala sudut, mengangkat teori tentang kehidupan anak muda. Teori
perjalanan mereka sendiri, mengangkat tema sosial. Ya gitu alasan sebagian
besar dari kami ARMY kenapa mengidolakan BTS, tak memandang AGAMANYA apapun.
Udah ah segini aja, takutnya gue malah jadi memaki hahahaha. Ini suasana
Ramadhan.

Komentar
Posting Komentar